MKKS SMP, Sayangkan Dugaan Kurupsi Dana BSM di SMPN 2 Praya Barat

MKKS SMP, Sayangkan Dugaan Kurupsi Dana BSM di SMPN 2 Praya Barat

SUARALOMBOKNews.com – Lombok Tengah | Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKSSMP Kabupaten Lombok Tengah H. Mahrup menyayangkan dugaan Korupsi dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di SMP Negeri 2 Praya Barat, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, yang kasusnya saat ini ditangani Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Lombok Tengah.” Kalau itu benar, sangat kita sayangkan,” ucap H. Mahrup, Selasa (13/2/2018).

Menurut Kepala SMP Negeri 1 Jonggat itu, dugaan korupsi Dana BSM itu semestinya tidak terjadi, terlebih lagi Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Lombok Tengah, rutin menyampaikan himbauan dan sosialisasi terkait dengan penyaluran dana untuk siswa Miskin tersebut.” Setiap pertemuan pak Kadis selalu menyampaikan dan menghimbau untuk menyalurkan bantuan sesuai aturan dan diberikan kepada yang berhak, sekali lagi kalau itu betul, kami sangat sayangkan,” kata H. Mahrup.

H. Mahrup menjelaskan, proses pencairan dana BSM itu, pihak sekolah menerima panggilan dari pihak Bank yang dipercayakan untuk mencairkan dana BSM tersebut, berdasarkan Surat Keputusan (SK) penerima BSM.” Sekolah dipanggil pihak Bank, berdasarkan SK, setelah sekolah melengkapi persyaratan, barulah terbit buku Rekening Bank atas nama siswa penerima bantuan. Selanjutnya dana itu masuk ke rekening siswa penerima masing – masing, jadi bukan masuk ke rekening sekolah apalagi ke rekening Guru,” jelasnya.

Setelah dana BSM itu masuk ke Rekening Siswa Penerima BSM, lanjut H. Mahrup, pihak sekolah menunjuk Tim Panitia Penjaringan. Bersama Komite Sekolah, Tim panitia Penjaringan selanjutnya mengumpulkan seluruh orang tua wali murid termasuk siswa penerima BSM.” Jadi sebelum dana itu dicairkan oleh Siswa, kami bersama Komite Sekolah duduk bersama dengan orang tua Murid dan Siswa penerima BSM. Dalam pertemuan itu kami sampaikan digunakan untuk apa dana BSM  itu. Setelah itu baru mereka (siswa) mencairkan dana itu sendiri ke Bank,” tuturnya.

Sesuai dengan maksud dan tujuannya kata H. Mahrup, dana BSM itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti untuk membeli Tas Sekolah, Seragam, Sepatu dan Buku Tulis.” Dana itu untuk membeli tas, seragam dan sepatu, karena untuk buku pelajaran dan lain – lain sudah di anggarkan oleh Pemerintah. Untuk itulah kami mengumpulkan orang tua murid sebelum mencairkan dana Bantuan itu, sehingga penggunaan dana bantuan itu tepat sasaran dan tidak untuk membeli diluar kebutuhan sekolah,” ungkapnya.

Terhadap persoalan dugaan Korupsi dana BSM di SMP Negeri 2 Praya Barat itu, MKKS SMP Lombok Tengah belum bisa mengambil sikap apapun, dan menyerahkan persoalan itu kepada pihak berwajib.” Kami tidak bisa masuk terlalu jauh, biarlah persoalan ini diselsaikan sesuai dengan aturan, sehingga persoalan ini jadi jelas, tidak ngambang dan menjadi terang benerang,” ujarnya. (slNews.com – rul).

No Responses

Tinggalkan Balasan