Kualitas Pengerjaan Jalan Disorot Warga, Dinas PUPR Loteng Bela Kontraktor

Kualitas Pengerjaan Jalan Disorot Warga, Dinas PUPR Loteng Bela Kontraktor

( Kabid Bina Marga Dinas PUPR Loteng Suardi )

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | Kualitas pengerjaan ruas jalan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Renteng – Tenganan, sepanjang 2,4 kilo meter (km) dan Kali Sade – Bunut Baok sepanjang 2,2 km dengan nilai anggaran mencapai Rp. 7,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Loteng Tahun 2017, dipertanyakan masyarakat.

Pasalnya, oleh masyarakat diduga pengerjaan ruas jalan Kabupaten  yang menyedot anggaran miliaran rupiah itu, dikerjakan tidak sesuai dengan teknis, seperti ketebalan Hotmik, LPA/LPB yang tidak sesuai dengan standar,  pemasangan batu pasang untuk Talud jalan yang tidak sesuai dengan campuran,  dan  tidak diselesaikannya pekerjaan Talud  jalan di sepanjang ruas jalan Leneng – Tenganan.

Menanggapi Kualitas pengerjaan ruas jalan Leneng – Tenganan yang dipersoalkan masyarakat itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Loteng Suardi mengaku, kualitas pengerjaan ruas jalan Leneng – Tenganan itu sudah sesuai dengan aturan.” Secara visual memang ada yang terlihat tipis dan tebal. Ketebalan dan ketipisan Hotmik, LPA dan LPB tidak bisa di lihat secara visual, harus ditentukan dengan alat ukur, jadi secara kualitas dan kuanmtitas pengerjaanya sudah sesuai dengan teknis,” jelas Suardi, Selasa, (29/8/2017).

Suardi mengaku, ada persoalan terkait dengan lambannya pengerjaan batu pasang Talud  ruas jalan Leneng – Tenganan. Namun persoalan itu bukan dari pihak Kontraktor Pemenang Tender, melainkan ada dipihak Sub Kontraktor yang dipercayakan oleh Kontraktor Pemenang Tender dalam hal ini PT. Surya Karya Sari (SKS)  untuk mengerjakan pemasangan batu pasang Talud jalan.” Ada beberapa persoalan, pertama antara Subkon dengan pekerja. Kontraktor sudah memberikan dana kepada Subkon, tetapi oleh Subkon dana itu tidak menyalurkan dana itu kebawah (pekerja). Saya juga mendapat informasi ada perjanjian masa pemeliharaan hasil pekerjaan antara Kontraktor dengan Subkon, seperti apa isi perjanjin itu saya tidak tahu,” ungkapnya.

Saat ini kata Suardi, pengerjaan ruas jalan Leneng – Tenganan itu masih berjalan. Sesuai dengan kontrak kerja, pengerjaan ruas jalan Leneng – Tenganan itu akan berakhir pada pertengahan bulan Oktober 2017 mendatang.

Jika dalam proses pengerjaan ruas jalan Leneng – Tenganan itu ditemuan persoalan terkait dengan kualitas dan kuantitas pengerjaan ruas jalan Leneng – Tenganan, maka Dinas PUPR Loteng, akan meminta kepada pihak Kontraktor pemenang tender untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan dalam pengerjaan ruas jalan kabupaten tersebut.” Aturannya, ketebalan Hotmik untuk jalan kabupaten 5 cm, LPB 15 cm dan LPA 10 cm, Kalau ditemukan Spek yang kurang, kita minta untuk ditambah. Kalau kualitasnya tidak ditingkatkan kita juga tidak akan bayar,” ujarnya Suardi. (slNews.com – rul)

No Responses

Tinggalkan Balasan