Korban Pengeroyokan Terkapar, Terduga Pelaku Masih Berkeliaran

Korban Pengeroyokan Terkapar, Terduga Pelaku Masih Berkeliaran

(Ilustrasi )

SUARALOMBOKNEWS.COM – Lombok Tengah | HL. Abdul Wahab, warga Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, yang menjadi korban pengeroyokan, oleh sejumlah warga, pada saat Eksekusi Lahan Sengketa di depan Lombok Internasional Airport (LIA), Desa Tanak Awu, pada Hari  Rabu, (23/8/2017), saat ini masih menahan rasa sakit dibagian wajah akibat terkena leparan batu.

Tidak hannya HL. Abdul Wahab, rasa sakit juga masih dirasakan oleh Lalu Aziz yang merupakan  Putra dari HL. Abdul Wahab.

HL. Abdul Wahab dan Putranya, diduga dikeroyok dan dianiyaya oleh sejumlah warga dari keluarga Ahli Waris Lahan yang memenangkan Sengketa Lahan di depan Bandara LIA.

Saat kejadian, HL. Abdul Wahab yang lokasi rumahnya tidak jauh dari lokasi eksekusi Lahan Sengketa, tengah duduk di  halaman rumahnya.” Saat itu, saya sedang duduk di Berugak (Sekepat – red), tanpa alasan yang jelas mereka ( terduga pelaku – red) datang dan langsung masuk kedalam halaman rumah saya. Mereka langsung  menyerang menggunakan Batu. Bahkan saya sempat diserang menggunakan Parang, tetapi yang kena justru anak saya,” cerita HL. Abdul Wahab, Senin, (28/8/2017).

Beruntung peristiwa penyerangan dan pengeroyokan HL. Abdul Wahab, dan Putranya itu dengan cepat dapat di atasi Personil Kepolisian Polres Lombok Tengah.

Akibat luka yang dialaminya itu, HL. Abdul Wahab dan Putranya langsung di evakuasi personil Kepolisian Polres Lombok Tengah ke Puskesmas terdekat untuk penanganan medis lebih lanjut.” Jumlahnya sekitar 9 orang, dan nama  orang – orang yang menyerang saya dan anak saya itu sudah saya sampaikan ke Polisi, pada saat saat di BAP,” terang HL. Abdul Wahab.

Meskipun telah melapor dan di BAP, kata HL. Abdul  Wahab, namun sampai dengan saat ini, para terduga pelaku masih berkeliaran bebas.

HL. Abdul Wahab juga menyayangkan sikap pihak Kepolisian Polres Lombok Tengah yang dinilai lamban menangani kasus dugaan penganiyaan disertai pengeroyokan yang dialaminya terebut.” Polisi sangat lambat memproses persoalan ini. Buktinya sampai dengan saat ini mereka masih berkeliaran, saya selaku korban bertanya – tanya, kenapa mereka belum ditangkap dan di proses hukum, padahal kejadian itu sudah sangat jelas,” keluhnya.

Untuk itu HL. Abdul Wahab memohon kepada aparat Kepolisian Polres Lombok Tengah untuk segera menangkap terduga pelaku.

Jika tidak ada respon cepat dari Polres Lombok Tengah, selaku korban HL. Abdul Wahab mengancam akan melaporkan persoalan yang dialaminya itu ke Polda NTB dan ke Mabes Polri.” Saya hannya minta keadilan saja, kalau tidak ada tangapan, saya akan lapor ke Polda, bila perlu juga ke Mabes Polri,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Lombok Tengah AKBP. Kholilur Rochman melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP. Rafles Girsang membenarkan telah menerima laporan korban dugaan penganiyaan dan pengeroyokan.

AKP. Rafles berjanji, akan segera menangkap para terduga pelaku penganiyaan dan pengeroyokan tersebut.” Secepatnya terduga Pelaku kita tangkap,”janjinya. (slNews.com – rul).

No Responses

Tinggalkan Balasan