Kondisi Dermaga Apung Kuta, Gelangan Hancur, Pelampung Kabur

Kondisi Dermaga Apung Kuta, Gelangan Hancur, Pelampung  Kabur

SUARALOMBOKNEWS.COM – LOMBOK TENGAH | Proyek Dermaga Apung yang terletak kampung Nelayan, Dusun Kuta,  Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang belum sebulan selesai dikerjakan oleh pihak Kontraktor Pemenang Tender, kondisinya saat ini telah rusak.
Pantauan SuaraLombokNews.com, Sabtu (10/3/2018), sejumlah Gelangan atau alat yang berfungsi untuk menahan Pelampung  Dermaga Apung  yang menelan anggaran sebesar Rp. 4 miliar lebih itu rusak, bahkan ada yang terlepas dari tiang Pancar Dermaga.
Kuat dugaan, rusaknya Gelangan Dermaga Apung itu karena besi plat yang digunakan untuk membuat Gelangan Dermaga itu tidak sesuai dengan kualitas.
Fakta dilapangan, kualitas besi plat yang digunakan untuk Gelangan Dermaga itu tipis, bahkan ada sebagaian yang sudah berkarat, akibatnya Besi Plat itu becah dan lepas dari Tiang Pancar Dermaga.

Tidak hannya Gelangan, sebagian Pelampung Dermaga juga ada yang terlepas, dan dari 14 Lampu Penerangan Dermaga, lima diantaranya tidak berfungsi alias mati.

Oleh warga sekitar Dermaga Apung Kuta, memanfaatkan Pelampung Dermaga yang lepas dari tiang Pancar Darmaga itu sebagai tempat duduk.” Dari pada hanyut ke tengah laut, lebih baik dimanfaatkan sebagai tempat duduk, nanti kalau ada orang dari pemerintah yang mencarinya tinggal diambil saja, tidak usah repot – repot nyari ketengah laut,” tutur Ramdan, salah seorang warga Kampung NelayanKuta, Sabtu (10/3/2018).

Jika seluruh Gelangan Dermaga itu lepas, maka Dermaga Apung itu secara otomatis tidak bisa lagi digunakan masyarakat.”Pelampung ini contohnya, karena gelangan Dermaga rusak, Pelampung terlepas, kalau tidak kita ambil, mungkin pelampung ini sekarang sudah berada ditengah laut, kalau dicari mungkin tidak akan ketemu,” ucap Ramdan.

Jika Gelangan Dermaga itu tidak segera di perbaiki lanjut Ramdan,dikawatirkan, seluruh pelampung  Dermaga lepas secara tiba – tiba dan hayut ke tengah laut.” Kalau lepasnya  sedang tidak ada warga ya ndak apa- apa,
tetapi kalau lepas disaat ada warga di atas Dermaga ya pasti semua jauh ke laut,” ungkapnya.
Semestinya kata Ramdan, kualitas pengerjaan Dermaga Apung ini menjadi proritas, mengingat keberadaan Dermaga Apung ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya masyarakat Nelayan.” Anggarannya besar, tetapi kualitas pekerjaanya seperti ini, baru selesai dikerjakan sudah rusak, belum lagi besok dihantam ombak besar, mungkin Dermaga ini  roboh,” ujar Sanim. (slNews – rul)

No Responses

Tinggalkan Balasan