Bupati Dompu Apresiasi FPT Masuk Kalender Pariwisata

Bupati Dompu Apresiasi FPT Masuk Kalender Pariwisata

Sejumlah penari mementaskan tarian kolosal “Dana Mbo’u Pijar” saat perhelatan puncak Festival Pesona Tambora 2017 di Doro Ncanga Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, NTB, Selasa (11/4). ANTARA Foto Ahmad Subaidi

Meskipun Festival Pesona Tambora (FPT) baru memasuki tahun keempat, tetapi sudah mendapat pengakuan dan masuk dalam agenda kepariwisataan Kemenpar RI

SUARALOMBOKNEWS.COM – DOMPU | Bupati Dompu H Bambang M Yasin mengapresiasi dimasukannya Festival Pesona Tambora 2018 dalam 100 “event” di kalender pariwisata nasional oleh Kementerian Pariwisata RI.”Meskipun Festival Pesona Tambora (FPT) baru memasuki tahun keempat, tetapi sudah mendapat pengakuan dan masuk dalam agenda kepariwisataan Kemenpar RI,” katanya saat Rapat Koordinasi dan Persiapan Festival Pesona Tambora, di Dompu, Selasa, (13/3/2018).
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam hal ini Dinas Pariwisata NTB, yang berjuang menyukseskan FPT pada 1-11 April 2018.
Ia menyerukan seluruh jajarannya untuk memeriahkan dan menyukseskan FPT 2018, mulai dari awal kegiatan hingga puncaknya yang akan berlangsung di Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.
Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal sebelumnya mengatakan penyelenggaraan FPT 2018 merupakan yang keempat kalinya setelah yang pertama dilaksanakan tahun 2015.
Ia menuturkan, tujuan penyelenggaraan FPT 2018 untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai potensi kepariwisataan yang ada di Pulau Sumbawa.”Yang membanggakan, meskipun kegiatan FPT ini baru memasuki tahun keempat penyelenggaraan, tetapi telah mendapat atensi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata,” ujarnya.

Hal ini terbukti dari 100 “event” se-Indonesia yang masuk dalam kalender pariwisata Kemenpar, empat di antaranya dari NTB, dan salah satunya adalah Festival Pesona Tambora.”Artinya, kegiatan FPT ini juga mendapatkan alokasi penganggaran maupun promosi gencar oleh Kemenpar. Tentu saja pelaksanaannya menjadi pantauan pemerintah pusat. Risikonya, kalau dinilai tidak berhasil, tentu menjadi bahan evaluasi tahun-tahun berikutnya. Untuk itu, mari kita sukseskan FPT ini,” kata Faozal.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan akan digelar Dinas Pariwisata (Dispar) NTB bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Di antaranya, Festival Mantar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Semalam dalam Loka di Kabupaten Sumbawa, Fest in Fest Tambora di Kabupaten Dompu, Teka Tambora di Kabupaten Bima, dan Festival Lawata di Kota Bima.
Rakor Dinas Pariwisata Provinsi NTB bersama Dinas Pariwisata kabupaten/kota di Pulau Sumbawa ini digelar selama dua hari, 12-13 Maret, yang dihadiri Bupati Dompu H Bambang M Yasin dan sejumlah pejabat terkait.”Rakor ini penting dilakukan, mengingat salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan sebelum acara puncak, yaitu lomba lari lintas Pulau Sumbawa, “Challenge Tambora”, yang akan menempuh jarak 320 kilometer.
Lomba lari ini akan dilepas di Poto Tano, Sumbawa Barat, kemudian melintas di wilayah Kabupaten Sumbawa, hingga “finish” di Doro Ncanga di Kabupaten Dompu. (sumber – Antara).

No Responses

Tinggalkan Balasan