Bantuan 18 Unit Combine Diusut Jaksa, Ini Kata Dinas Pertanian

Bantuan 18 Unit Combine Diusut Jaksa, Ini Kata Dinas Pertanian

SUARALOMBOKNews.com – Lombok Tengah |Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah Lalu Iskandar  angkat bicara terkait dengan bantuan alat pertanian Tahun 2017  berupa 18 unit Combine Crown CCH 2000 star yang dibagikan kepada  18 Kelompok Tani di Lombok Tengah, yang saat ini kasusnya tengah di tangani Jaksa pada Kejaksaan Negeri Praya Lombok Tengah.” Anggaran pengadaan bantuan 18 unit Combine itu bersumber dari APBN tahun 2017. Untuk Pengadaan 18 unit Combine itu langsung dari  Provinsi, dan kita hannya menerima saja,” kata Lalu Iskandar, di ruang kerjanya, Rabu (14/2/2018).

Menurut Lalu Iskandar , pemanggilan 12 Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) untuk dimintai keterangan terkait dengan penyaluran bantuan 18 unit Combine  oleh Jaksa beberapa waktu lalu merupakan hal yang wajar – wajar saja.” Tidak ada masalah, wajar – wajar saja dan  itu bagus, karena 12 UPT itu dipanggil untuk  membawa data, dan  ditanya apakah UPT tahu atau tidak penyaluran 18 unit Combine itu,” ucapnya.

Sebelum menerima bantuan 18 unit Combine  lanjut Lalu Iskandar, Dinas Pertanian diminta untuk menyiapkan daftar nama – nama kelompok tani calon penerima bantuan, dan sebelum menyalurkan bantuan 18 unit Combine itu, Kelompok Tani mengajukan profosal bantuan yang dialamatkan ke Dinas Pertanian, setelah itu Dinas Pertanian memverifikasi  seluruh Profosal yang masuk tersebut, untuk menentukan kelompok tani mana saja yang berhak menerima Bantuan sesuai dengan peraturan yang berlaku.” Memang penetapan kelompok penerima bantuan kita yang tentukan. Penentuan kelompok yang menerima bantuan itu ada syaratnya, salah satunya mengajukan Profosal, lalu Profosal itu kita Verifikasi, kita lihat apakah syarat – syarat Kelompok Tani itu sudah layak untuk menerima bantuan atau tidak. Kalau syaratnya tidak lengkap maka Kelompok Tani tidak akan menerima bantuan, karena penyaluran bantuan 18 Unit Combine itu harus sesuai dengan aturan, tidak bisa hannya ditentukan dengan selembar kertas,” ungkap Lalu Iskandar.

Lalu Iskandar mengaku, dari 18 unit Combine yang ada di 18 Kelompok Tani yang tersebar di Kecamatan Praya Timur, Janapria, Kopang, Batukliang Utara, Batukliang, Jonggat, Pujut, Praya Barat dan Praya Barat Daya itu, dua unit diantaranya sempat di operasikan di Pulau Sumbawa.

Dua unit Combine yang di operasikan di Pulau Sumbawa itu merupakan  bantuan yang diberikan kepada dua Kelompok Tani yang ada di Desa Langko dan Desa Sabe Kecamatan Janapria.” Memang ada dua unit Combine yang di operasikan di Pulau Sumbawa, dan dinas tidak membenarkan hal itu, untuk itu mereka (kelompok tani) sudah kita minta untuk segera membawa pulang Combine itu,” tegas Lalu Iskandar.

Dari hasil monitoring dan pengawasan kata Lalu Iskandar, dua kelompok tani itu berdalih, dua unit combine bantuan itu di operasikan ke  Pulau Sumbawa berdasarkan hasil kesepakatan dan musyawarah dengan seluruh anggota kelompok.” Harga per unit Combine itu mencapai Rp. 350 juta, jadi pemeliharaannya juga mahal, karena saat ini di Pulau Lombok belum waktunya musim panen, maka mereka (kelompok tani ) bersepakat untuk mengoperasikan Combine itu di Pulau Sumbawa untuk sementara, dan setelah musim panen tiba, mereka akan membawa kembali Combine itu. Tetapi apapun alasanya, kami sudah perintahkan mereka untuk secepatnya membawa pulang Combine itu,” tuturnya.

Tidak hannya 12 kepala UPT, 18 Kelompok Tani penerima bantuan Combine Crown CCH 2000 star itu juga akan dimintai keterangan oleh Jaksa.” Kelompok tani penerima bantuan juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Dan untuk diketahui 18 Combine itu ada di masing – masing kelompok penerima, jadi tidak ada masalah kalau ada kelompok maupun UPT yang dipanggil Jaksa, karena itu hal yang wajar – wajar saja untuk meluruskan suatu persoalan,” ujar Lalu Iskandar (slNews.com – rul)

No Responses

Tinggalkan Balasan